pensertifikatan 5 juta bidang tanah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para menteri kabinet kerja khususnya yang bersangkutan dengan agraria mampu menerapkan terobosan-terobosan.

Dalam rapat terbatas mengenai reforma agraria, Jokowi meminta adanya terobosan besar-besaran di sektor sertifikasi tanah. Bahkan, orang nomor satu di Indonesia ini meminta setidaknya dalam satu tahun pemerintah bisa menyertifikasikan lima juta.

“Saya sudah berikan target kepada Menteri ATR agar pensertifikatan tanah dilakukan besar besaran , angka sudah diberikan, berapa biayanya besar memang tapi kalau bisa kerjasama dengan pemerintah provinsi dan juga pemerintah daerah,” kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/8/2016).




Jokowi meminta, pemerintah juga untuk merealisasikan target tersebut dapat fokus di beberapa provinsi saja. “Kalau berhasil setiap tahun kita akan tambah tambah sehingga paling tidak kita bisa 5 juta pensertifikatan per tahun itu sudah lompatan besar, saya tahu ada kekurangan juru ukur dan sudah ada terobosan dari Menteri ATR dan itu bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Jokowi menyebutkan, terobosan besar dalam pensertifikasiaan tanah merupakan wujud nyata pemerintah dalam menyelesaikan tiga pokok permasalahan, seperti kemiskinan, ketimpangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Menurut Jokowi, laporan survey terbaru dari BPS menunjukkan kemiskinan di desa perlu jadi perhatian bersama . Untuk itu, kata Jokowi, pemerintah akan fokus mengatasi kemiskinan di desa dengan menggunakan berbagai pendekatan mulai dari percepatan infrastruktur di desa, optimalisasi dana desa untuk sektor produktif maupun memperluas akses permodalan melalui KUR.

Selain itu, sambung Jokowi, perlu segera dilakukan langkah langkah terobosan untuk selesaikan masalah akses terhadap tanah serta ketimpangan penguasaan tanah di desa. Sebab, sebagian besar petani di desa adalah buruh tani yang tidak memiliki lahan dan tingkat pendapatan rendah inilah yang menjadikan para buruh tani paling rentan terhadap kenaikan harga pangan dan dorong peningkatan urbanisasi ke kota kota.

“Saya harap reforma agraria bisa jadi cara baru mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi khususnya di desa. Semangat reforma agraria adalah terwujudnya keadilan dalam penguasaan tanah, kepemilikan, pemanfaatannya. Reforma agraria juga harus bisa menjadi cara baru selesaikan sengketa agraria antar masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah,” kata dia.

Tidak lupa juga, Jokowi meminta percepatan implementasi reforma agraria dengan mensingkronisasi sistem hukum dan semua aturan sehingga tidak menimbulkan dualisme yang ujungnya sengketa agraria.




“Segera laksanakan penyediaan akses tanah melalui redistribusi tanah terutama bagi yang tidak diperpanjang, tanah terlantar serta pemanfaatan kawasan hutan. Arahkan sekarang ke fungsi. Fungsi itu tentu saja memberikan manfaat ke rakyat. Lakukan edukasi dan penguatan ke masyarakat untuk memperbaiki tata guna tanah sehingga lebih produktif,” tukasnya.

 

Sumber: Okezone.com

Bagikan

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Like us
Categories