Desain interior dgn Gaya oriental merupakan bawaan dari budaya Ketimuran yg berkembang meliputi wilayah Cina, Jepang, Korea, sampai dengan Vietnam, Thailand, hingga Persia.

Kebudayaan pada masa kejayaan Kekaisaran di Istana Cina dan Jepang membawa dampak yg kuat dan menjadi akar budaya kehidupan masyarakatnya. Budaya ini terus menerus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dalam berbagai bentuk termasuk segi arsitektural bangunan.

Menurut Putri dalam blognya “Cepvie’s Blog” konsep oriental pada bangunan biasanya muncul pada bentuk bangunan secara fisik/eksterior maupun interiornya. Meliputi bentuk atap, layout ruang, bentuk bangunan/unsur dinding bangunan, pintu gerbang/entrance, sampai kepada jenis furniture dan aneka aksen/ornamen ruang. Gaya oriental cenderung kental dengan warna natural. Unsur alami seperti kayu, batu alam, bambu, dan lukisan dinding dari kertas lebih sering dipakai. Sentuhan gaya oriental juga tercermin dalam pemilihan warna merah, emas, hitam, dan putih untuk tema ruang. Beberapa item Oriental yang dapat digunakan untuk mendekorasi rumah misalnya bambu, simbol keagamaan, ornamen etnik, dan hiasan dinding bergambar/lukisan naga atau bunga teratai. Sentuhan Oriental memiliki kelebihan dalam memberi kesan elegan pada ruangan.

(http://putricemu.blogspot.com/2012/01/desain-rumah-gaya-arsitektur-oriental.html)

Image

Image

 

“Menurut Sih Liberty dalam makalahnya “identifikasi Desain Interior”

Konsep arsitektur bergaya oriental memiliki keragaman serta elemen-elemen yang sanngat menarik, seperti adanya ukiran-ukiran kayu pada dinding-dinding,ornamen-ornamen yang bertemakan oriental seperti guci, lukisan-lukisan maupun sentuhan warna-warna yang memperkuat kesan oriental. Ciri utama dalam interior oriental ditampilkan dengan penggunaan aspek warna merah, kuning, ukuran long life design yang berbentuk bulatan atau modifikasinya atau gambar naga. Interior bergaya oriental umumnya menggunakan warna-warna netral guna menciptakan latar belakang yang sederhana untuk menonjolkan elemen interior yang jumlahnnya sedikit di dalam ruangan.”

(http://www.academia.edu/4409200/Identifikasi_Desain_Interior)

Image

 

Image

“Dalam buku “China Modern by Sharon Leece” di katakan bahwa konsep arsitektur bergaya oriental memiliki keragaman serta elemen-elemenyang sanngat menarik, seperti adanya ukiran-ukiran kayu pada dinding-dinding,ornamen-ornamen yang bertemakan oriental seperti guci, lukisan-lukisan maupun sentuhan warna-warna yang memperkuat kesan oriental,Ciri utama dalam interior oriental ditampilkan dengan penggunaan aspek warnamerah, kuning, ukuran long life design yang berbentuk bulatan atau modifikasinya atau gambar naga. Interior bergaya oriental umumnya menggunakan warna-warna netral guna menciptakan latar belakang yang sederhana untuk menonjolkan elemen interior yang jumlahnnya sedikit di dalam ruangan. Selain itu, warna-warna netral danalami memberikan kesan lega dan lapang pada ruangan. Material yang digunakandalam interior oriental umumnya adalah material mentah tanpa finishing yang berlebihan. Pemakaian material mentah ini dapat menghasilkan kesan tenang dan lembut dalam ruangan. Budaya oriental selalu mengutamakan keseimbangan Ying dan Yang dalam semua aspek kehidupan. Dalam interior oriental, sentuhan akhir sebuah ruangan dapat terlihat kontras dan berlawanan, hal tersebut bertujuan untuk mencapai keseimbangan yin dan yang tersebut. Beberapa material yang banyak digunakan dalam interior oriental karena teksturnya yang indah seperti kayu cedar, kayu rosewood, bambu, batu, anyaman rotan, sutera. Masing-masing bahan ini menghasilkan tekstur tersendiri yang dapat dikombinsikan untuk menciptakan harmoni ying dan yang.”

(buku “China Modern” by sharon leece. Penerbit PERIPLUS)

Image

Image

Jadi kesimpulan yang didapat dari 3 pendapat di atas adalah:

Dalam segi :

  • Warna: Pada konsep Oriental Warna digunakan pada dinding, furniture maupun aksesoris. Terdapat 2 jenis pemilihan warna pada konsep desain Oriental yaitu warna tenang dan natural seperti warna krem, warna coklat kayu. Dan warna mencolok dan dramatis seperti merah, orange, kuning, hijau, hitam. Warna tenang dan netral digunakan sebagai dasar atau latar belakang pada ruangan dan warna dramatis digunakan sebagai aksen disalah satu sisi dinding, pada furniture, dan aksesoris di dalam ruangan. Sehingga perpaduan warna natural dan dramatis memberikan kesan yang harmoni.
  • Bentuk: Konsep oriental memiliki bentuk yang memiliki karakter tersendiri terutama pada bentuk furniture dan aksesorisnya. Bentuk-bentuk khas pada desain oriental seperti bentuk naga, teratai, bentuk ornamen-ornamen etnik khas oriental, bentuk dari Dewa kepercayaan orang timur dan lengkap dengan detail tulisan oriental.
  • Material: Pada konsep oriental banyak menggunakan material alam seperti batu alam, kayu, bambu, logam, anyaman rotan, kain sutra dan lainnya yang memberikan kesan elegan pada interior ruangan.

Beberapa contoh ruangan yang menggunakan desain interior oriental:

Banyan Tree Shanghai

Image

Image

Banyan Tree Hotel Shanghai 19 Gong Ping Road, hong kou district shanghai. Pada gambar hotel ini menggunakan konsep oriental modern. Elemen orientalnya terlihat dari penggunaan warna cat tembok yang netral dengan furniture yang berbahan dasar kayu dengan warna yang gelap, menghasilkan perbedaan warna yang kontras pada interior. Elemen oriental juga terlihat pada aksesoris interior terdapat guci dan patung naga yang merupakan ciri khas dari china. Backdrop pada bed terdapat ukiran khas daerah china.

Jakarta Mandarin Oriental Hotel

Image Image

ImageMandarin Oriental Hotel terletak di Jalan M.H. Thamrin, PO BOX 3392, Jakarta 10310, Indonesia. Pada gambar terlihat interior menggunakan konsep oriental modern yang elegan, seperti penggunaan cat tembok dengan warna netral. Furniture banyak menggunakan material kayu. Aksesoris seperti sarung bantal, warna jok kursi menggunakan warna orange, merah, abu-abu yang kontras dengan warna tembok agar memberikan aksen agar ruangan tidak terlalu pucat.

Image

Pada restaurant sangat terlihat aksen orientalnya, seperti pada penggunaan partisi dengan ukiran khas china dengan bahan kayu, penggunaan furniture meja dan kursi dengan bahan kayu, jok kursi menggunakan material halus dengan bahan beludru memberikan kesan mewah pada ruangan.

Dari beberapa contoh yang didapat konsep oriental sering terlihat pada penggunaan material kayu baik pada furniture, struktur, partisi dan lainnya, penggunaan material halus seperti beludru dan sutra untuk menampilkan desain oriental yang mewah. Perpaduan warna cat tembok yang netral dan membumi dipadukan dengan warna aksesoris dan furniture dengan warna yang cerah dan kontras dengan cat tembok agar ruangan tidak terlihat pucat. aksesoris dalam ruangan menggunakan hiasan yang menjadi ciri khas desain daerah china seperti bentuk naga, guci, ukiran yang beraksen dan ciri khas oriental.