Ace Hotel New York

Menurut kamus oxford, vintage dapat berarti Old and of Very High Quality. Konsep vintage berkesan mengembalikan suasana tempo dulu namun tidak meninggalkan unsur modern yang bersih dan rapi. Vintage juga dapat diartikan dengan barang-barang yang di produksi pada masa kini, namun masih memiliki model klasik dan antik yang dapat mengingatkan pada dekade 1920 hingga 1970an.

Sala Kithen & Resto

Konsep vintage pada interior sebuah bangunan dapat menimbulkan kesan antik, hangat, nyaman, dan homey bagi setiap orang yang menempati ruang tersebut. Konsep vintage dapat dimunculkan dengan penggunaan barang-barang antik di dalam ruangan, atau dengan cara menggunakan warna yang tidak mencolok serta sedikit terkesan kusam, dan tidak memiliki garis tegas pada ruangannya.

Restaurant Panorama-The Paragon

Pada umumnya konsep vintage menimbulkan kesan kemerahan pada sebagian besar desainnya. Warna kemerahan tersebut dapat dimunculkan dengan pengaturan lighting pada ruangannya. Selain itu, warna-warna alam seperti coklat dan hijau juga dapat dipilih sebagai warna yang dominan. Penggunaan bahan material dari alam seperti kayu dan batu alam yang di ekspose, dapat diaplikasikan pada interior ruangan agar lebih menonjolkan kesan vintage.

Batu Bata Pada Tembok Sala Kitchen

Untuk menambah kesan vintage di dalam ruangan, kita dapat menggunakan material-material yang di ekspose keasliannya, misalnya dengan mengekspose penggunaan batu bata pada dinding atau memperlihatkan serat-serat kayu pada furniture yang terdapat di dalam ruangan.

SALA KITCHEN AND RESTO

Sala Kitchen dan Resto

Sala Kitchen and Resto merupakan salah satu restaurant di Jakarta yang menggunakan konsep vintage pada interiornya. Restaurant ini memiliki 3 lantai gedung kayu dengan warna biru using. Lantai pertama merupakan ruang makan yang didominasi oleh perabotan bermaterial kayu dengan gaya tahun 70an. Hal yang unik pada lantai ini adalah susunan pot-pot custome made yang digantung secara berdampingan.

Tanaman pada Interior Sala Kitchen dan Resto

Pada lantai 2 merupakan ruang makan. Pada ruangan di lantai ini menggunakan percampuran antara konsep vintage dengan tropis yang dapat dilihat dari penggunaan kaca dan jendela-jendela yang besar, selain itu penggunaan warna hijau terlihat lebih dominan pada ruangan di lantai ini, yaitu pada beberapa kursi, karpet yang menyerupai rumput, dan beberapa tanaman yang menggantung di pohon maupun diatas meja.

Toilet dan Interior Lantai 2 Sala Kitchen dan Resto

Toilet dan Interior Lantai 2 Sala Kitchen dan Resto

Lalu yang ketiga adalah basement. Basement pada Sala Kitchen and Resto merupakan area Lounge yang dilengkapi dengan meja bar berukuran sedang beserta rak botol wine yang tertata rapi. Ruang basement Sala Kitchen dominan menggunakan warna gelap seperti coklat, kelabu, dan kemerahan. Selain itu terdapat kaca-kaca besar yang dibingkai dengan kusen yang berbentuk melengkung yang mengingatkan kita pada jendela-jendela bangunan jaman Belanda.

Basement Pada Sala Kitchen dan Resto

ACE HOTEL – NEW YORK
Ace Hotel terletak di sudut Broadway and West Street New York. Hotel ini di bangun pada awalnya Ace Hotel dikenal sebagai Hotel Breslin. Arsitek yang merancang hotel ini adalah Alex Standefer dan Stephen Alesh. Kedua arsitek ini bekerja dengan cara meresapi seluruh kawasan disekitar bangunan, lalu dipilihlah konsep Vintage dan Punk yang dipadukan dengan beberapa objek, furniture, dan seni yang telah ada pada bangunan Hotel Breslin tersebut.

Ace Hotel New York

Ace Hotel New York

Konsep vintage dan punk dipilih untuk memberikan kesan santai, akrab, namun masih terdapat sisi misterius didalamnya. Punk merupakan aksi pemberontakan anak muda akan perbedaan-perbedaan yang ada, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsep punk ini digunakan untuk pemberontakan dalam desain dengan cara menggabungkan antara arsitektur masa lampau dengan arsitektur pada saat ini.

Suasana Lobby Ace Hotel New York

Penggabungan kedua zaman ini dapat dilihat dari tidak banyak struktur, bentuk, dan furniture pada bangunan yang diubah, lalu dikolaborasikan dengan beberapa furniture baru yang lebih modern. Dalam segi struktur, pilar-pilar besar di dalam ruangan masi dipertahankan dan langit-langit kaca pada lobby juga masih asli namun pada saat ini telah dilengkapi dengan panel kayu oak. Furniture pada ruangan banyak menggunakan material kayu dan banyak terdapat kursi tipe chesterfield yang mengingatkan pada furniture tradisional Inggris.

Suasan Bar Ace Hotel New York

Kursi Chesterfield

KESIMPULAN
Konsep vintage adalah sesuatu yang mengacu pada kesan tua, bergaya kuno, usang, dan berumur, namun tidak menutup kemungkinan dapat memberikan kesan mewah seperti yang terdapat pada beberapa interior hotel dan restaurant. Warna yang dominan digunakan adalah warna-warna gelap seperti hitam, coklat, kelabu, dan coklat kemerahan. Material yang banyak digunakan berasal dari alam seperti bebatuan, kayu, atau bambu.

Bagikan

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Like us
Categories