rumah murah

Esensi Rumah Murah

Rumah Murah tak hanya sekedar jargon tetapi bisa diwujudkan


Bagi masyarakat umumnya idiom di atas terkesan hanyalah sebuah jargon bahkan terkadang timbul suatu keraguan saat ingin mewujudkan nya.

Mana mungkin bisa membangun rumah dengan harga murah ?

Tak tahu siapa yang harus disalahkan. Pendapat tersebut bisa jadi cukup beralasan, mengingat belum pernah ada sejarahnya sebuah rumah memiliki harga yang murah apalagi di masa krisi seperti ini.

Sebenarnya konsep rumah murah sudah sering didengungkan oleh berbagai pihak. Tak pelak pada tahun 2002 pihak pusat Penelitian Permukiman Republik Indonesia bekerjasama dengan Housing & Urban Research Institute, Republik Korea. Pernah mengembangkan unit rumah murah di Antapani Bandung.

Mungkinkan membangun rumah dengan harga murah tetapi tidak terkesan murahan?  jawabannya adalah mungkin. Untuk itu ada beberapa aspek yang harus diperhatikan pada saat pembangunan rumah, yaitu bahan bangunan dan waktu pelaksanaan. 

BAHAN BANGUNAN

Jika dilihat dari keseluruhan biaya pembangunan hampir dua pertiga dari biaya pembangunan diperuntukkan bagi bahan bangunan material, padahal biaya material mungkin dapat dikurangi. Beberapa tips seputar bahan bangunan untuk menghasilkan rumah murah adalah sebagai berikut :

1. Manfaatkan bahan bangunan dari lingkungan setempat 

Penggunaan material yang banyak terdapat di lingkungan setempat akan mampu meminimalisasi biaya pengangkutan. Tak perlu menggunakan material dari luar daerah atau dari luar negeri, jika material di lingkungan setempat memiliki kualitas yang tak beda jauh. Semakin jauh sumber bahan bangunan maka bahan bangunan tersebut berpotensi untuk menjadi lebih mahal.

2. Manfaatkan bahan bangunan bekas 

Tak perlu membeli bahan bangunan baru, sebagian dari bahan bangunan pun masih bisa digunakan seperti ; kayu, genteng, batu bata, bahkan keramik. Dengan sedikit pemolesan bahan bangunan tersebut dapat digunakan kembali.

3. Gunakan bahan bangunan KW3. 

Material KW3 sering dianggap sebagai bahan bangunan yang tak layak pakai, namun bahan bangunan tersebut sebenarnya masih bisa digunakan terutama untuk ruang-ruang yang tak terlihat, misalnya ; keramik untuk penutup lantai, ruang ruang servis. Bahkan dengan sedikit pengolahan dan kreativitas, bahan bangunan kw 3 pun dapat tampil baik sebagai material di ruang yang terlihat.

4. Gunakan bahan bangunan tanpa finishing khusus 

Sebagian bahan bangunan dapat tampil baik walau tanpa finishing khusus, misalnya dinding batu bata atau batako yang tidak di plester. Walaupun tanpa finishing, bahan bangunan ini tetap mampu tampil estetis dengan biaya yang lebih rendah.

Material bahan bangunan KW34

DESAIN

Salah satu faktor yang juga dapat meminimalisasi biaya pembangunan adalah pengolahan desain bangunan dengan baik. Beberapa tips yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :

1. Kurangi jumlah luasan dinding dalam

Usahakan untuk sesedikit mungkin menggunakan ruang dengan dinding pembatas yang tinggi. Bagi sebagian masyarakat perbedaan ruang selalu disikapi dengan adanya dinding, padahal hal tersebut tidaklah penting. Pembatas antar ruang dapat disikapi dengan perbedaan tinggi lantai, pemanfaatan elemen interior, penggunaan patisi non permanen dan trik-trik lainnya.

2. Minimalisasi bahan bangunan 

Salah satu aplikasi yang bisa diterapkan untuk mewujudkan konsep ini adalah aplikasi pada atap bangunan. Untuk meminimalisasi biaya upaya kan untuk mengolah desain atap dengan bentuk-bentuk yang meminimalisasi Jurai (misalnya menggunakan bentuk atap pelana). Selain itu bisa juga dilakukan dengan menggunakan bahan atap yang bukan genteng. Karena dipastikan akan lebih menghemat penggunaan bahan bangunan. Atap genteng menggunakan kayu lebih banyak daripada atap seng, asbes atau lainnya. 

3. Buat desain dengan luasan yang optimum 

Semakin luas rumah yang akan dibangun maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Untuk itu sebelum rumah dibangun, perlu dicermati terlebih dahulu ruang-ruangnya memang sangat dibutuhkan. Bila memungkinkan lakukan optimalisasi fungsi ruang, misalnya bila satu keluarga sangat jarang kedatangan tamu, tidak ada salahnya dia menggabungkan ruang tamu dan ruang keluarga dalam satu kesatuan ruang. Hal tersebut juga bisa dilakukan pada ruang tidur dan ruang belajar dan ruang ruang lainnya.

4. Buat pesan rumah murah yang tidak murahan 

Keterbatasan biaya dan material bukanlah hal yang membatasi kreativitas rumah murah. Dengan material sederhana pun bisa tampil menawan. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengolah material. Cara ini dapat bisa dipraktekkan pada bagian dinding dan lantai bangunan. Untuk Dinding, pengolahan finishing tidak hanya dapat dilakukan dengan plesteran dan Acian. Tetapi juga bisa dikombinasikan dengan teknik kamprot. Dinding bertekstur kamprot ini akan terlihat lebih efektif. Selain itu bisa juga dengan memilih motif-motif unik agar tampil beda, misalnya dalam pemilihan motif lantai bangunan pun dapat dikreasikan dengan menggabungkan beberapa warna.

Aplikasi Penghematan rumah murah

5. Waktu pelaksanaan pembangunan

Hampir sepertiga biaya pembangunan digunakan untuk membayar upah pekerja tukang. Salah satu cara untuk meminimalisasi biaya tukang adalah dengan melaksanakan pembangunan rumah pada saat curah hujan minim. Hal ini akan lebih berarti apabila pekerjaan pembangunan tersebut dilakukan dengan sistem upah mingguan, bukan borongan. Dengan membangun pada saat musim kemarau panas, maka dipastikan semua tukang dapat bekerja maksimal tanpa hambatan cuaca terbaik.

Oleh

Ir. Bob Saragih M,Si.

Ketua Jurusan Teknik Arsitektur

Universitas Bina Nusantara – Jakarta

Bagikan

Categories:

Comments are closed

Like us
Categories