[icegram campaigns=”915″]

Sebelum meningkat rumah, urus terlebih dahulu Ijin Mendirikan Bangunan nya (IMB). Dengan mengurus IMB, tata letak bangunan dan lingkungan yang teratur dapat tercipta sesuai peruntukan lahan.

Banyak orang beranggapan, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) hanya diperlukan saat membangun rumah baru. Anggapan itu sepenuhnya salah, karena IMB juga di butuhkan saat meningkat rumah. Meningkat rumah termasuk kedalam katagori renovasi rumah, sehingga harus membuat IMB renovasi rumah.

Ada beberapa hal yang harus anda ketahui seputar IMB renovasi rumah.

MENGAPA MENINGKAT HARUS PUNYA IMB?

763622tata kota salah

Menurut Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 129 tahun 2012, tidak semua jenis renovasi harus memiliki Ijin Mendirikan Banguan. IMB untuk renovasi setidaknya dibutuhkan bila renovasi sudah sampai ke pekerjaan mengubah layout ruang. Misalnya mengubah kamar menjadi ruang tamu atau membongkar tembok untuk memperluas ruang.

Nah, penambahan luas bangunan, baik ke atas maupun ke samping juga termasuk katagori renovasi yang memerlukan IMB.

IMB juga di perlukan untuk memastikan bangunan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang di syaratkan. Bila bangunan sesuai ketentuan yang berlaku, tentu manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat banyak. Lingkungan menjadi sehat, nyaman dan tertib.

Misalnya soal ketentuan ketinggian bangunan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan bangunan tetangga tetap mendapatkan sinar matahari yang cukup. Coba bayangkan, kalau tetangga kita membangun rumah dengan ketinggian melebihi yang di bolehkan, bayangan bangunan rumah tetangga itu akan menutupi rumah kita sehingga rumah kita terasa gelap. Atau tetangga kita membangun tanpa mengindahkan KLB sehingga semua lahan hijaunya tertutupi area perkerasan. Bisa jadi, lama-kelamaan air tanah – yang seharusnya milik tanah kita- ikut terambil oleh sumur tetangga.

Dengan adanya IMB, hunian anda mendapat payung hukum yang pasti sehingga tidak mengganggu kepentingan orang lain. Selain itu, hunian yang akan dibangun aman bagi keselamatan jiwa penghuninya. Sebab, ada larangan untuk meningkat rumah di daerah tertentu. Hal ini berkaitan erat dengan konstruksi bangunan dan kondisi tanah di daerah tersebut yang tidak mendukung untuk di bangun rumah bertingkat. Jika tetap memaksa, rumah anda bisa ambruk di kemudian hari karena kondisi tanah yang labil.

 

BERAPA BESAR BIAYANYA?

Masing-masing daerah memiliki ketentuan sendiri tentang besarnya biaya retribusi IMB. Di DKI jakarta, jumlah yang mesti di bayarkan didasarkan pada Peraturan Daerah No. 3 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Peraturan Kepala Dinas Pengawasan  dan Penertiban Bangunan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Perhitungan dan Denda IMB.

Menurut peraturan tersebut, retribusi IMB meningkat bangunan rumah di hitung dari :

Luas  total lantai bangunan tambahan x harga satuan x index terintegrasi

Harga satuan (Hsbg) sebesar Rp. 25.000/m2. Indeks terintegrasi merupakan perkalian dari beberapa faktor, antara lain jenis renovasi, jenis bangunan, ketinggian bangunan, zonasi, dan beberapa hal lainnya. Lebih lengkap nya dapat dilihat pada Peraturan Daerah No 3 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah yang adapat diunduh pada situs http://www.jakarta.go.id/web/produkhukum atau pada peraturan kepa dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan nomor 1 tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Perhitungan dan Denda (IMB)

BEDAKAH IMB RENOVASI DENGAN IMB BIASA?

Proses pengurusan IMB renovasi tidak berbeda dengan IMB biasa. Perbedaan hanya ada di persyaratan. Untuk mengajukan IMB renovasi, ada syarat berupa fotokopi IMB yang sebelumnya. Pengajuan IMB dapat dilakukan di beberapa tempat. Untuk DKI jakartam IMB dapat diajukan ke kantor kecamatan setempat.

Bagaimana jika rumah yang dibangun sebelumnya tidak memiliki IMB atau IMB yang dimilikinya hilang? Menurut heru hermawanto (Kepala bidang perijinan P2B, Provinsi DKI Jakarta), IMB tetap bisa diajjukan baik melalui P2B di kecamatan setempat atau melalui IMB online di http://www.dppb.jakarta.go.id

 

APA SYARATNYA?

Agar proses pengurusan IMB cepat, penuhilah semua persyaratan dan dokumen yang di minta. Patuhilah juga semua ketetuan teknis bangunan. Ketentuan teknis ini dapat di lihat di Perda No.7 tahun 1991.

Berikut dokumen-dokumen yang di butuhkan untuk pengurusan IMB di jakarta :

  • 1. Bukti kepemilikan tanah berupa sertfikat tanah atau surat girik. Bila berupa surat girk harus disertai surat pernyataan tidak sengketa yang diketahui lurah. Bila rumah terletak di kompleks perumahan milik instansi pemerintah, ditambah surat kaveling yang diterbitkan oleh instansi pemerintah pusat atau daerah.
  • Ketetapan Rencana Kota (KRK). Ketetapan Rencana Kota ini berisi penjelasan tentang peruntukan tanah, GSB, rencana jalan, KDB, KLB, dan sebagainya. Anda dapat meminta surat ini ke dinas tata ruang kota dengan melampirkan KTP, Kuitansi Pembayaran PBB, dan sertifikat.
  • Formulir PIMB, Fotokopi KTP, Fotokopi pembayaran PBB terakhir.
  • Gambar rencana bangunan.

Bila tidak bisa menggambarnya, anda dapat menghubungi saya di http://rumahwaskita.com/kontak/ atau ke HP 087823650769 dan pin BBM 76718069.

  • Fotokopi IMB lama sebelum renovasi.
  • Surat Kuasa bila mengurus IMB bukan pemilik langsung.
  • Gambar rencana struktru / kontruksi, bila terdapat struktur dengan bentangan yang lebih dari 5,5 m.
  • Di beberapa daerah, misalnya di kota depok, pengajuan IMB harus di sertai surat persetujuan dari tetangga kanan dan kiri.

 

Bagikan

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Like us
Categories