“Ruang tidurnya sempit banget, mau menaruh barang barang juga jadi susah. Enggak tahu harus taruh di mana. Tidur juga jadi nya gak enak , kan?”

Demikian curahan hari Prita, seorang karyawan swasta kepada majalah tabloidrumah, mengenai ruang tidurnya yang baru ia huni setahun terakhir ini. Wanita berkacamata ini mengakui, hal tersebut merupakan risikonya membeli rumah cluster yang sudah terbangun. Namun, baginya tetap saja kenyamanan ruang tidur merupakan hal yang krusial.

Deasy Kerstiawati , seorang desainer interior yang sering merancang hunian, membenarkan bahwa kenyamanan ruang tidur merupakan sebuah kebutuhan utama. “ masalahnya, setelah menjalani kegiatan keseharian yang padat dan melelahkan, setiap orang butuh beristirahat. Tentu saja, agar istirahatnya maksimal, ruangannya pun harus mendukung, kan? Jelas deasy.

Sayangnya, seperti yang dialami oleh prita dan mungkin juga dialami oleh anda, ketersediaan lahan ruang yang sempit menjadi hambatan mendapatkan kenyamanan tersebut. Pasalnya, ruang tidur tidak hanya berfungsi sebagai ruang istrirahat semata, tetapi juga menjadi are menaruh barang, mangganti baju, merias diri, dan beberapa hal lain yang membutuhkan tingkat privasi yang tinggi. Alhasil, ruang yang ada pun termakan untuk kebutuhan-kebutuhan lain itu.

Namun dengan penataan yang tepat, sebuah ruang tidur berukuran mungil misalnya 3m x 3m pun bisa terlihat lapang, luas dan tidak sumpek. Dengan berbagai tip penataan berikut, anda bisa “menyelamatkan” kenyamanan ruang tidur anda, tanpa harus membongkar dan mengganti ukuran ruangnya. Selamat mencoba!

  1. Pilah Pilah kebutuhan

Sebelum menata ulang ruang tidur anda, ada baiknya anda menentukan berapa orang yang menghuni ruangan tersebut. Misalnya kebutuhan bagi dua orang – ayah dan ibu – tentu akan jauh berbeda dengan kondisi ketika anak anda masih bayi dan masih tidur seruangan dengan orang tuanya.  Kondisi tersebut membutuhkan ruangan yang lebih besar ketimbang kondisi umum dimana penghuni ruang tidur utama hanya dua orang.

Selain itu perhatikan pula kegiatan selain kegiatan beristirahat, yang akan anda lakukan di ruang tidur, seperti menaruh barang, bekerja, belajar, membaca buku, mendengarkan musik, menonton televisi, merias diri, dan berganti pakaian. Urutkan kebutuhan tersebut dari yang paling primer, hingga ke kebutuhan yang bisa di lakukan di ruang lain. Hal tersebut berguna untuk memilah-milah kebutuhan furnitur dalam ruangan ini, agar bisa berfungsi semaksimal mungkin.

 

  1. Optimalkan Furnitur Simpan

Untuk menghemat ruang, maka anda harus cermat untuk memilih Furnitur Simpan, seperti lemari dan rak, agar tidak memenuhi ruang tidur anda tanpa fungsi yang jelas. Dianjurkan untuk membuat furnitur BUILT IN atau furnitur TANAM, yang bisa di pesan sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa membuat lemari yang bisa memiliki berbagai fungsi, mulai dari area menyimpan baju (dilemari bagian tangah), area penyimpanan barang lain (dilemari atas atau bawah), area merias diri dengan cermin yang terpasang di permukaan lemari – yang juga memberi kesan lapang – hingga rak-rak buku atau nakas.

meja-rias-jendela

  1. Pilih Tempat Tidur Simpel

Salah satu furnitur yang memakan banyak tempat di ruangan ini adalah tempat tidur, mengingat fungsi utamanya sebagai area beristirahat. Oleh karena itu, pemilihan desain tempat tidur yang tepat bisa membuat lapang ruang tidur anda.

Kamar-tidur-luas

Seringkali orang malah membeli tempat tidur berukuran besar, “gemuk”, dan “bulky”, namun akhirnya membuat ruang tidur terasa sumpek dan penuh sesak. “Sebenarnya ranjang queen size, yakni ukuran 160 cm x 200 cm, masih bisa anda gunakan untuk berdua kok, enggak makan tempat pula “ ujar deasy menjelaskan. Selain itu sebaiknya anda memilih tempat tidur dengan Headboard yang tidak terlalu besar dengan desain yang simpel, maksimal tinggi totalnya 110 cm saja.

 

  1. Pikirkan Faktor pencahayaan

Selain kesan lapang, sebuah ruang tidur yang baik pun harus memberikan kenyamanan bagi mata para penghuninya. Fungsi ruang tidur sebaiknya diarahkan ke fungsi utama, yakni untuk beristirahat, sehingga pencahayaan di dalamnya pun tidak terlalu terang seperti di ruang-ruang lainnya.  Lebih baik di atas tempat tidur tidak ada titik lampu. Jika anda ingin ada titik lampu, anda bisa meletakannya secara tersembunyi, misalnya di balik Headboard, ataupun menggunakan lampu yang bersinar redup. “Soalnya, elektron-elektron lampu akan berpengaruh banyak jika di taruh tepat di atas tempat tidur” ujar deasy.

 

Lantas bagaimana dengan kegiatan lainnya? Untuk mengatasinya anda bisa memberikan lampu sorot khusus untuk area-area yang berbeda tersebut, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya diarea lemari, lampu menyorot ke arah rak-rak simpannya, ditaruh tepat di bagian teratas rak. Sehingga jikalau tidak dibutuhkan anda bisa mematikannya sewaktu-waktu.

Kamar-Tidur-Mewah13

  1. Jauhi Warna Gelap dan Motif Ramai

Pernahkah anda mendengar pendapat “kalau ingin terlihat kurus, sering-sering pakai baju werna, deh ?” pendapat tersebut memang benar adanya. Warna gelap memang memberikan kesan sempit dan kecil, sebaliknya warna terang cenderung menghadirkan kesan lebar, luas dan lapang. Oleh karena itu, dalam menata ruang tidur mungil sebaiknya anda menghindari warna warna gelap, agar ruangan tersebut tak terlalu terasa sempit dan sumpek.

 

Selain itu, anda juga harus berhati-hati dalam meilih motif atau Pattern dalam ruangan tidur ini. Disarankan agar anda menjauhi motif-motif besar, ramai dengan warna beraneka ragam, baik itu di seprai, bed cover, kursi ataupun tirai. Jika anda menyukai motif besar, sebaiknya anda hanya memakainya sebagai aksen, namun dengan warna yang tidak mencolok pula.

 

Terimakasih!

 

Bagikan

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Like us
Categories